Seberapa Penting Menghargai Karya Sendiri?
Hola, jumpa lagi sama Tasya. Sebelumnya kan dibahas tentang riset, nah, sekarang Tasya mau bahas tentang menghargai karya sendiri.
Arti kata menghargai menurut KBBI
Menghargai [meng·har·gai]
Kata Verbia (kata kerja)
Dari kata dasar: harga.
1) memberi (menentukan, membubuhi) harga
contoh: 'dia terlalu tinggi menghargai barang-barang dagangannya'
2) menaksir harganya; menilaikan
contoh: 'ia menghargai barang itu terlalu rendah karena tidak tahu kegunaannya'
3) menghormati; mengindahkan
contoh: 'setiap orang harus menghargai dan memuliakan orang tuanya'
4) memandang penting (bermanfaat, berguna, dan sebagainya)
contoh: 'kami dapat menghargai saran Saudara'
Sebelum menghargai karya sendiri, kamu perlu menghargai kamu sendiri.
Penghargaan diri adalah proses menghargai diri sendiri. Menghargai diri sendiri berarti bersyukur untuk diri sendiri, bukan bersikap egois atau angkuh dan sombong. Dalam ilmu psikologi, self-esteem atau harga diri adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan rasa keberhargaan dan nilai personal seseorang terhadap dirinya sendiri. Self-esteem merujuk pada cara individu tersebut menghargai, mengapresiasi, dan menyukai diri sendiri.
Pertanyaannya, sudahkah kamu menghargai diri kamu sendiri?
Coba jawab pertanyaan di bawah ini:
1. Sudahkah bersyukur hari ini?
2. Sudahkah kamu berterima kasih terhadap dirimu sendiri hari ini?
3. Atau ... kamu malah menjudge diri karena hari ini hari yang buruk bagimu?
Erat kaitannya antara menghargai diri dengan menghargai karya sendiri. Karena apa? Karya yang telah kita buat itu adalah usaha dari kita sendiri. Hasil dari usaha. Karena itu, kita perlu memaknai diri.
Sekarang, bagaimana caranya kamu menghargai karya kamu sendiri?
Saya punya tips, semoga bisa membantu teman-teman dan saya sendiri:
1. Kenali diri kamu sendiri.
Siapa kamu? Apa kemampuanmu? Apa kelemahanmu? Kamu harus tahu. Jangan sampai orang lain lebih mengenal dirimu ketimbang kamu sendiri. Kamu harus bisa mengukur hal-hal yang ada pada diri kamu. Bagaimana caranya? Coba tulis biodata singkat, kemampuan dan kelemahan kamu pada secarik kertas.
2. Bersyukurlah.
Tuhan sudah memberi kamu tangan yang lengkap, yang bisa kamu gunakan untuk mengetik atau menulis. Pikirkan, tidak semua orang punya tangan dan kemampuan untuk menulis. Tidak semua orang memiliki fisik yang lengkap. Mereka juga ingin seperti kita, tetapi karena keterbatasan, mereka tidak bisa. Bayangkan pula dengan anak-anak yang ada di Palestina, situasi tidak mendukung mereka sekalipun mereka ingin. Bayangkan pula menjadi anak tunanetra, dsb. Karena itu, patut bagi kita untuk bersyukur.
3. Berterima kasih pada diri sendiri.
Pernah tidak, kamu berterima kasih pada diri kamu sendiri? Atau kamu bahkan melupakan usaha kerja kerasmu? Cobalah untuk berterima kasih setelah kamu melakukan sesuatu. Misalnya, kamu baru selesai menulis sebuah part novel, cobalah berdiri di depan cermin, tersenyum dan berkata, "Terima kasih, Aku (nama kamu).
4. Jangan menjudge kesalahan dan kelemahan.
Tulisan kamu buruk? Banyak typo? Banyak plot hole? Absurd? Jelek? Lalu apa yang kamu lakukan? Men-judge diri kamu sendiri? No! Bukan seperti itu. Kamu tidak boleh memerahi diri kamu sendiri, menyalahkan kelemahan ataupun kesalahan kamu. Kamu lupa seberapa keras usaha kamu? Setiap orang punya kelemahan dan kesalahan. Karena apa? Karena kita adalah manusia, mahkluk yang tak luput dari kesalahan. Makhluk yang dituntut untuk belajar. Dengan begitu, alih-alih menjudge, kenapa kamu enggak memperbaiki tulisan kamu? Minta krisar teman atau pembaca, perbaiki. Jika ada komentar jahat yang menjatuhkan mental, abaikan. Mereka hanya iri.
5. Tulis jurnal harian.
Tulis kegiatan kamu hari ini di jurnal. Apa yang sedang kamu lakukan dan apa yang dihasilkan. Buat pencapaian harianmu. Sedikit curhat, dulu saya membuat sebuah list apa yang harus saya capai dan saya tempelkan di lemari. Biar gak bosan, saya warnai dan gambari kertasnya, sehingga setiap buka lemari, saya membaca keinginan saya tersebut. Tanpa saya sadar, kalimat-kalimat itu membangun kepercayaan diri saya. Membuat saya terus belajar dari kesalahan, memperbaiki diri. Ketika usaha saya tercapai, saya merasa sangat senang. Karena akhirnya list tersebut tercentang.
6. Beri hadiah untuk dirimu sendiri.
Tidak perlu menunggu hari ultahmu, tidak perlu menunggu dari orang lain. Hadiahkan buat dirimu sendiri. Saya sendiri sering melakukan ini. Misalnya setelah ujian, saya akan mengapresiasi diri dengan jalan ke mall, atau makan sesuatu yang saya sukai walaupun harganya mahal. Atau membeli tas dengan hasil uang dari menulis.
7. Membaca karya sendiri dan merevisi.
Loh? Kenapa? Kamu perlu menjadi pembaca untuk karya tulis kamu sendiri, sehingga kamu akan tahu di mana kekuranganmu lalu memperbaikinya. Jadi, kamu tidak melupakan karya kamu sendiri. Ingat, dulu kamu nulisnya penuh perjuangan, meriset bahkan sampai tangan keram.
8. 'Pamer' karya sendiri.
Ini bukan egois, tetapi ini juga bentuk apresiasi. Kenapa harus malu promosi? Kenapa harus takut pamer? Orang lain berhak tahu karya kita. Kalau mereka suka, bakal mampir. Kalau enggak suka kan tidak masalah. Toh, semua orang punya kesukaannya masing-masing. Gak mungkin kita buat semua orang suka sama karya kita. Ada yang suka tema geng motor, ada yang suka tema pernikahan, ada yang suka genre horor, ada juga yang suka genre komedi. Karena itu, dalam menulis hal yang paling utama adalah menulis sesuatu yang kita suka, bukan apa yang orang lain sukai. Karena, ketika kita mencoba menyenangkan orang lain saja, tentu kita gak akan pernah puas. Pembaca gak cuma satu, tetapi penulis hanya satu. Penulis yang mengontrol pembaca, bukan pembaca yang mengontrol penulis.
9. Pantang menyerah.
Sikap ini adalah salah satu menghargai karya sendiri. Kenapa? Ketika kita memutuskan untuk melanjutkan sesuatu, berarti kita sudah cinta. Bayangkan aja, kenapa ada pasangan yang putus? Karena mereka gak cinta lagi, merasa gak cocok, atau ada sesuatu yang membuat hubungan mereka terhambat. Ketika kita menghargai tulisan, berarti kita enggak akan "putus" dengan mereka sehingga terus lanjut menulis.
10. Jatuh cinta lagi dan lagi pada karya.
Maksudnya gimana? Cobalah untuk lebih mengenal karya kita. Misal berkenalan dengan karakter tokoh, mengetahui kekurangan dan kelebihannya, menganggapnya mereka 'ada' dan hidup, memasuki dunia mereka, dan pastinya benar-benar sepenuh hati. Seperti kita yang berencana menikahi seseorang, pasti ada yang namanya sesi perkenalan atau ta'aruf. Karena hal itulah yang menjadikan kita menghargai karya sendiri.
Mungkin segitu aja, semoga bermanfaat. Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar