Riset? Apakah penting?


Halo semua. Apa kabar? Bagaimana puasa hari ini? Semoga lancar, ya. Nah, Tasya comeback nih dengan postingan baru. Semoga bermanfaat.


Nah, merujuk ke judul, kita perlu tahu dulu, nih, apa sih arti kata 'riset'.


Arti kata riset menurut KBBI

Riset [ri·set]

Kata Nomina (kata benda)

Arti: penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yang baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik;


Dilihat dari pengertiannya, riset pastilah sangat penting. Bagaimana bisa? setiap harinya, kita gak akan lepas dari yang namanya masalah, entah itu masalah kecil ataupun besar. Untuk memecahkan suatu masalah, berarti kita harus meneliti si masalah itu sendiri. Seberapa besar dan sulit untuk dipecahkan, apa yang melatarbelakangi masalah itu dan bagaimana penyelesaiannya. Nah, kita butuh riset dalam hal ini.


Dalam menulis, terutama cerita novel dan cerpen, itu pasti gak lepas dari yang namanya konflik. Konflik itu sendiri adalah masalah pusat yang pastinya harus diselesaikan. Sehingga kita butuh mengenali konflik itu dan penyelesaiannya. Caranya? Dengan riset. 


Jadi, seberapa penting riset? Sangat penting.


Kamu mau nulis cerita tentang seorang siswa. Kamu harus tahu apa kegiatannya, apa yang melatarbelakangi dia bersekolah, di mana letak sekolahnya, kapan harus sekolah dan pulangnya, bagaimana cara dia menuju ke sekolah, dsb. Padahal hanya satu objek, yaitu siswa. Tapi banyak pertanyaan untuk satu objek ini sendiri. 


Seandainya kita buat sesuka hati, di luar nalar, apakah pembaca bisa menerima? Tentu saja tidak. Tanpa riset, tulisan nul. Tanpa riset, plot hole (plot berlubang) bermunculan. Tanpa riset, cerita amburadul. Akibatnya? Tidak akan ada yang suka. 


Kak, tapi kan ada cerita fantasi yang membuat penulis berimajinasi seliarnya. Fantasi pun, perlu riset. Bahkan cerita fantasi lebih rumit dari yang kita kira, karena ada 'dunia baru' yang harus diperkenalkan kepada pembaca. Sampai harus membuat world building. 


Intinya, riset diperlukan untuk membangun karakter dan latar sehingga terasa 'hidup'. Selain itu juga membantu mengembangkan plot dan karakter. 


Gimana cara riset?


1. Pengalaman pribadi

2. Pengalaman orang lain

3. Buku/jurnal

4. Radio, televisi, podcast dan alat lainnya

5. Media cetak (koran/urat kabar, tabloid/majalah, buku, buletin, atau selebaran, dsb).

6. Internet.

7. Berbagai sumber lainnya.


Dalam riset, yang paling penting adalah gunakan semua indera tubuh dengan sebaik mungkin.


Note:

Riset bisa sangat menyenangkan, tetapi pada titik tertentu Anda harus berhenti meneliti dan mulai menulis. Ingat,  penelitian bisa menjadi bentuk penundaan  dan semakin banyak Anda melakukan penelitian, semakin banyak informasi yang akan Anda temukan untuk dimasukkan (Joanna Penn).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yuk mengenal puisi akrostik dan contoh-contohnya

Seberapa Penting Menghargai Karya Sendiri?